Mekanisme Rumit Tsunami
Gempa bumi ini adalah patahan jenis Strike-slip fault yang mekanisme secara umumnya tidak memicu tsunami. Dapat dipahami bahwa sesuatu yang terjadi di dasar laut atau di sekitar pantai kemungkinan dapat menyebabkan tsunami ganda. Sebagai hasil dari survei beliau di Palu dan sekitarnya, Professor Imamura menyimpulkan bahwa getaran memicu longsor di dasar laut, sehingga memicu tsunami. Hal ini disebabkan oleh fitur geografis yang rentan akan longsor.
Sesaat setelah gempa bumi melanda, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menyatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan peringatan Tsunami, akan tetapi peringatan ini dibatalkan setelah satu jam. Hal tersebut dikarenakan, episentrum berada di daratan, berkekuatan kecil (untuk menyebabkan tsunami besar) dengan solusi mekanisme horizontal.
Selain itu, data observasi real-time dari tsunami tidak dapat ditransmisikan karena terjadi pemadaman listrik di beberapa daerah. Waktu sebenarnya dari tsunami saat mencapai pulau dan waktu peringatan tsunami saat dibatalkan tidak dapat teridentifikasi. Tsunami tersebut sulit untuk diprediksi bahkan di Jepang dan tetap menjadi suatu permasalahan.
Sesaat setelah gempa bumi melanda, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menyatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan peringatan Tsunami, akan tetapi peringatan ini dibatalkan setelah satu jam. Hal tersebut dikarenakan, episentrum berada di daratan, berkekuatan kecil (untuk menyebabkan tsunami besar) dengan solusi mekanisme horizontal.
Selain itu, data observasi real-time dari tsunami tidak dapat ditransmisikan karena terjadi pemadaman listrik di beberapa daerah. Waktu sebenarnya dari tsunami saat mencapai pulau dan waktu peringatan tsunami saat dibatalkan tidak dapat teridentifikasi. Tsunami tersebut sulit untuk diprediksi bahkan di Jepang dan tetap menjadi suatu permasalahan.
Mensurvei Dampak Tsunami
Dikarenakan kesulitan dalam menjangkau area terdampak akibat kerusakan gempa bumi dan tsunami, survei mendalam terbatas hanya pada bagian dalam dari Pantai Timur dan Teluk Palu. Area yang terletak 50 meter dari garis pantai mendapat kerusakan parah, dimana bangunan - bangunan tersapu dan hanya tersisa pondasi. Jembatan juga hancur yang menunjukkan bahwa tsunami mencapai 5 meter. Di sisi lain, di daerah yang lebih dalam mencapai sekitar 1 - 2 meter dan mendapat kerusakan kecil bila dibandingkan oleh dampak tsunami biasanya. Berdasarkan penduduk lokal, patung kuda putih tertelan oleh tsunami atau level air mencapai kaki kuda, sehingga dapat diperkirakan tsunami mencapai 10 meter.
Kemungkinan Tsunami Serupa di Jepang
Tsunami diakibatkan oleh longsor dasar laut juga pernah terjadi di Jepang. Pada tanggal 11 Agustus 2009, gempa bumi berkekuatan 6.5 skala richter dengan intensitas seismik kurang dari 6 di kota Yaizu dan Omaezaki di Prefektur Shizuoka dengan Teluk Suruga sebagai pusat gempa. Memicu longsor dasar laut dan menyebabkan tsunami 1 meter. Untungnya, tidak terdapat kerusakan. Kami berharap dapat terus mendukung pemulihan daerah terdampak dan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman kami terkait bencana Tsunami di jepang, untuk diterapkan pada langkah - langkah mendatang.